
Para ilmuwan pun menggali makam dari budak-budak tersebut yang diperkirakan telah dijualbelikan oleh para pedagang budak Royal Navy pada 1900-an.
Berdasarkan penelitian tersebut, nampaknya para budak tersebut ditahan di dalam kapal dengan kondisi menyedihkan, bahkan ketika mereka sudah sampai di pulau tersebut.
Itu merupakan jalur kedua yang diambil oleh Eropa di kawasan tersebut. Jalur pertama digunakan untuk mengambil rempah-rempah, sementara yang kedua untuk perdagangan budak.
"Kami telah menemukan bukti korban-korban dari Middle Passage, salah satu kejahatan kemanusiaan terbesar," ujar Profesor Mark Horton dari Bristol University.(inilah.com)

